Sabtu, Februari 28, 2015

Obat Herbal Murah

Anda membutuhkan obat herbal? Mungkin anda harus mencoba Toko Herbal Atqiya. Produk-produknya terjamin kualitasnya. Toko Herbal Atqiya menyediakan berbagai produk obat herbal, obat tradisional, serta pengobatan Thibbun Nabawi.
Lanjut Baca

Kamis, Maret 20, 2014

ENTRY NILAI RAPORT KELAS 9 2013/2014

Untuk memasukkan nilai raport kelas 9 silakan KLIK DI SINI!
Lanjut Baca

Rabu, Juli 13, 2011

Kisah Motivasi: Wortel, Telur, dan Kopi


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”


Sumber: dudung.net
Lanjut Baca

Senin, November 29, 2010

Materi TIK

Lanjut Baca

Minggu, November 28, 2010

Tips Merawat Laptop/Notebook


Zaman sekarang segala aspek semakin berkembang, salah satunya IT yang perkembangannya sangat pesat. Dulu komputer desktop sampai sekarang semua orang dengan mudah kemana-mana nenteng Laptop atau Notebook. Pekerjaan pun semakin mudah dilakukan dimanapun. Nongkrong di cafe kurang asyik kalo ga sambil natap layar laptop. Mudahnya penggunaan laptop harus diimbangi dengan perawatan yang serius demi kelancaran kinerja laptop. Kalo tidak, siap-siap saja sering masuk bengkel komputer dan menyisihkan uang untuk sparepart dll. Berikut ada beberapa tips merawat laptop... semoga bermanfaat. selamat membaca! \m/

01. Jangan sembarangan mendownload software gratis dari internet.

Terlebih lagi misalnya software yang seolah-olah sebagai suatu antivirus. Gunakan software-software yang telah Anda dapatkan dari paket laptop yang Anda beli. Risiko virus bisa merusak ke dalam laptop Anda jika Anda sembarangan menggunakan software dari internet. Jika Anda tetap ingin menggunakan software hasil download, maka pastikan sudah Anda scan software tersebut dengan antivirus yang Anda miliki.

02. Jangan memberikan Penutup apapapun termasuk sarung Laptop pada saat Laptop anda dalam keadaan menyala karena Processor Laptopnya akan mati karena sirkulasi udara yang tidak ada di bawah permukaan Laptop

03. Menurut survei, kerusakan laptop yang paling umum terjadi pada harddisk dan LCD display/layar. Kerusakan harddisk diakibatkan benturan atau terjatuh. Kerusakan LCD biasanya karena terpapar sinar matahari dan tekanan fisik.

04. Rapikanlah kabel-kabel adaptor atau kabel lain yang sedang terhubung dengan laptop, jangan sampai membuat orang lain tersandung.

05. Selain kerusakan harddisk dan LCD, tumpahan cairan adalah penyebab kerusakan laptop yang paling umum, atau pakai selembar film-transparan yang disebut ‘keyboard protector’.

06. Hindari Getaran dan Jauhkan laptop dari alat pengeras suara, misalnya loudspeaker, mesin/kendaraan berat, dan sumber getaran lainnya.

07. Hindarkan laptop dari sinar x-ray di airport.

08. Jaga kebersihan laptop, lap dengan kain bersih atau kapas agar bebas debu.

09. Lindungi modem laptop. Gunakan modem yang mempunyai fitur digital-line guard. Karena fitur ini akan menjaga modem dari kerusakan jika secara tidak sengaja mencolokkan kabel modem ke jack telpon digital PABX atau jalur ISDN. Dan berhati-hatilah ketika akan mencolokkan kabel telepon ke laptop karena kawat logam dalam konektor modem laptop sangat tipis dan mudah bengkok.

10. Dalam iklim Asia, suhu yang lembab bisa jadi masalah besar untuk laptop yang dirancang di Amerika Serikat. Untuk mengurangi kemungkinan masalah, pastikan laptop tersimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika laptop tidak digunakan untuk waktu yang lama, simpanlah laptop dalam wadah yang rapat dan masukkan silica gel . Silica gel ini seperti halnya yang terdapat dalam botol obat, kemasan barang2 elektronik (bungkusan kecil bertuliskan ‘Dessicant Silica Gel’). Atau bisa dibeli di toko bahan kimia. Silica gel ini merupakan bahan kimia yg bersifat Higroskopis (menyerap uap air / kelembaban).

11. Listrik padam dan gangguan tegangan dapat terjadi sewaktu-waktu, di rumah, di kamar hotel atau di kantor. Jika memungkinkan, gunakanlah ’surge-protector’ jika sedang menggunakan AC outlet. Dan jangan lupa membuat back-up data secara rutin.

12. Gunakanlah selalu tas laptop ketika sedang bepergian.

13. Jika ingin membungkus laptop untuk dikirim atau untuk keperluan lain, gunakanlah kotak pelindung yang kuat, dan bungkuslah dengan busa atau spons yang dapat menyerap getaran.

14. Jangan sekali-sekali meletakkan benda berat di atas laptop.

15. Jika laptop bermasalah, jangan mencoba untuk membongkar sendiri. Sebaiknya serahkan ke teknisi atau service-center terdekat. Karena mungkin saja kerusakan malah akan menjadi semakin berat. Khusus untuk laptop yang masih dalam masa garansi - membongkar laptop dapat merusak sticker garansi (warranty seal) yang masih melekat pada laptop.

16. Ketika akan mengangkat laptop yang sedang terbuka, jangan mengangkatnya sambil memegang pada bagian display/layar, angkatlah pada bagian bawah/keyboard

17. Jangan memasukkan disket pada bagian sudutnya. Memasukkan disket setengah-setengah dapat merusak disk-drive. Begitu juga ketika membuka atau menutup tray drive CD-ROM/DVD-ROM untuk memasukkan atau mengeluarkan disk. Jangan menyentuh lensa pada tray CD-ROM. Peganglah compact-disc pada bagian pinggir, bukan pada permukaan disk.

18. Jangan mencolokkan kabel modem laptop pada PBX (private branch exchange) atau saluran telpon digital. Laptop hanya dapat menggunakan saluran PSTN (public-switched telephone network). Penggunaan saluran telpon selain PSTN dapat merusak modem laptop.

19. Rawatlah baterai laptop, jangan sampai bocor karena dapat merusak slot baterai.

20. Jangan pindah-pindahkan laptop pada saat masih hidup. Laptop yang sedang hidup berarti harddisknya juga sedang bekerja sehingga apabila digerakkan dapat menyebabkan head harddisk menggores cylinder sehingga akan berakibat fatal.

21. Jauhkan laptop dari medan magnet yang kuat, bahan cair dan sumber panas/dingin atau perubahan suhu yang ekstrim.

22. Hindari sinar matahari langsung dan pastikan laptop selalu diletakkan pada permukaan yang rata.

Kartu Garansi anda JANGAN SAMPAI HILANG dan apabila terjadi kerusakan terhadap Laptop anda Bawa dulu ke Toko pada saat anda Membeli Laptop sebelum ke tempat lain. Dengan catatan, kartu garansi anda masih berlaku.
Lanjut Baca

Dampak Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi


Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya ‘bersahabat’ dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang baru belajar mengenal komputer, sudah asyik menjajal program pendidikan dalam mengenal warna dan bentuk saja. Fatih kini pintar matematika lantaran sering berlatih dengan bantuan komputer. Sementara Nadia punya banyak kosakata bahasa Inggris juga lantaran sering bermain komputer.

Tetapi, Ibu Rahmi justru merasa punya masalah dengan ‘keakraban’ anaknya dengan komputer. Menurutnya, Rizki (7 tahun) kini lebih sukai ‘bermain’ dengan komputernya daripada dengan teman-temannya. Rizki bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain games. Ia juga malas bila diajak menulis atau menggambar. Tak heran, tugas menggambar di sekolah tidak pernah dikerjakannya sampai tuntas. Tetapi, untuk menggambar di komputer ia sangat pandai. Maklum, dengan satu dua klik-an saja, ia sudah dapat menggambar dan mewarnai dengan sempurna.
Pernah punya pengalaman senada?
Positif-Negatif
Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.

Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya.

Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.

Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).

Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.

Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

Akses negatif lewat internet
Pengaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.

Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.

Meski demikian, baik Nina maupun Rizal sepakat bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua.

Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek.
”Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,” sesal Nina.

Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.

Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.

Cegah kecanduan
Pengaruh negatif lain bagi anak, menurut Rizal, adalah kecendrungan munculnya ‘kecanduan’ anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.

Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.

Peran penting orangtua
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, Rizal kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.

Pertama, berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.

Kedua, perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak.

Ketiga, pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak.

Keempat, perhatikan keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer.

Kelima, carikan anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah. Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang.

Keenam, bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.

Sumber:http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=33
Lanjut Baca

Sabtu, Januari 30, 2010

Guru Yang Dirindu


“Blak!”Suara meja digebrak oleh tangan gempal milik bu Siska yang gemuk.
“Maaf,Bu.Ada…ada yang salah lagi dengan pekerjaan saya Bu?”Suara lirih akhirnya muncul juga dari mulut mungil Inayah,setelah sekian detik terkejut melihat kemarahan bu Siska.
“Ya!Mengapa daftar rincian harga perkiraan barang yang kamu tulis pada rencana anggaran belanja koperasi adalah perbiji,bukan perdosin!” Bentak bu Siska kepada Inayah.
Siang yang panas itu Inayah segera SMS ke bu Lidia,staf pemasaran yang bertugas membuat daftar harga penawaran barang di UD Jaya Abadi.Inayah bermaksud mohon bantuan kepada bu Lidia agar sudi meralat daftar perkiraan harga barang yang seharusnya ditulis perdosin tersebut. Perut Inayah mulai melilit diserang rasa lapar yang demikian sangat. Namun bu Lidia tak juga membalas SMS Inayah. Ia segera memencet tombol HPnya untuk menelepon bu Lidia.Berulang kali ia mencoba menghubungi nomor HP bu Lidia,tapi tidak diangkat-angkat. Bertambah gundahlah hati Inayah saat itu.Rasa lapar pada perutnya hilang seketika itu juga, berganti rasa gundah gulana.
Di pagi yang cukup cerah, Inayah uluk salam memasuki ruang kantor guru. Bu Siska membalas salam Inayah dengan wajah masam. Sementara guru yang lainnya berwajah ceria bersiap-siap mau mengajar sesuai jadwal kelas masing-masing. Kali ini Inayah mengajar di kelas I B jurusan administrasi. Inayah seorang guru muda yang ramah dan sabar. Dia berusaha untuk selalu mengerti keinginan murid-muridnya di SMK Negeri X, tempat ia mengajar. Murid-murid remaja memang selalu mendambakan guru yang dapat mendampingi mereka dalam belajar secara enjoy namun pasti.
Inayah sudah lulus sebagai CPNS di SMK Muhammadiyah VII, dan baru saja mendapat SK PNS setelah satu tahun bertugas di SMK Negeri X ini.
Tak terasa bel istirahat berbunyi. Inayah segera menghadap bu Siska, kepala jurusan Akutansi. Inayah menjelaskan bahwa ia sudah berusaha menghubungi bu Lidia lewat telepon tapi tidak diangkat-angkat. Namun bu Siska tak ambil perduli dengan penjelasan Inayah. Bu Siska tetap menyalahkan Inayah dan sama sekali tak memberikan saran atau sollusi kepada Inayah.
Saat itu pula Inayah minta ijin ke bu Siska untuk menemui bu Lidia ke UD Jaya Abadi. Sampai di sana, sungguh di luar dugaan Inayah. Inayah disuguh muka masam oleh bu Lidia. Ternyata bu Lidia memang memiliki karakter angkuh dan sulit diajak kerja sama.
“Ini kan pekerjaan Bu Inayah, bukan tugas saya. Bu Mira tak pernah salah seperti Anda!” Kata bu Lidia agak membentak. Seperti diterpa badai kata-kata bu Lidia menusuk hati Inayah. Baru kali ini Inayah menemui dua wanita yang bersikap kasar kepadanya. Bu Siska dan bu Lidia.
Inayah kembali ke sekolah. Saat di kantor guru, ia mendengar bu Siska berucap “Tak bisa apa-apa kok jadi PNS ya!” Mendengar hal itu terang saja wajah Inayah berubah total memerah. Bukan karena malu bertemu pacar melainkan karena sakit bagai ditusuk sembilu. Inayah merasa ucapan bu Siska itu ditujukan kepada dirinya, walaupun bu Siska tidak sedang berhadapan dengan dirinya. Bu Siska duduk di kursi tamu bersama tiga orang guru lainnya, satu pria dan dua wanita.
Inayah tak habis pikir. Mengapa kesalahannya yang sepele itu, bu Siska publikasikan ke mana-mana. “Apa dosa dan salahku ya Allah?Aku tahu saat ini Engkau sedang mengujiku. Ya Allah berilah hamba ketabahan dan kesabaran.” Inayah menitikkan air mata dan segera ia hapus dengan jemari tangannya yang lentik ketika pak Bram berdehem mengagetkan lamunannya.
“Bu Inayah tadi ke mana, kok saya lihat saat istirahat tadi ke luar naik motor?” Tanya pak Bram dengan senyum ramahnya.
“Oh tadi saya ke UD Jaya Abadi sebentar.” Jawab Inaya pelan.
“Repot ya Bu ngurusin koperasi. Dulu bu Mira yang sibuk ke sana kemari ngurusi koperasi sekolah kita. Sekarang bu Mira melahirkan, cuti dua bulan. Besok jika bu Mira sudah selesai cuti, bu Inayah agak ringan kok. Yang sabar ya Bu menghadapi bu Siska.” Demikian ucap pak Bram lirih kepada Inayah. Memang pak Bram itulah guru pria yang paling dekat dengan Inayah dibanding guru lainnya.
Inayah sedikit lega mendengar kata-kata pak Bram barusan.
Bulan berganti bulan Inayah mengajar di SMK Negeri X dengan sabar dan tabah. Meskipun Inayah sangat tidak simpati dengan karakter bu Siska. Ia berusaha untuk selalu menghormati beliau sebagai orang yang lebih tua dari dirinya.

***

Kali ini Inayah mendapat teguran untuk ke sekian kalinya dari bu Siska.
“Mengapa murid kita si Sania tidak jadi ikut lomba kewirausahaan? Anda selaku guru pembimbing Sania tidak pernah membuat jadwal bimbingan kecuali hanya satu kali pertemuan!” Kata bu Siska agak keras.
“Ya Bu. Maaf memang Sania dan saya hanya bisa mengadakan pertemuan satu kali untuk pembimbingan. Untuk yang lainnya waktu Sania habis dipakai untuk latihan paduan suara, basket, nari, karawitan, dan persiapan lomba cepat tepat matematika. Semua waktu Sania habis untuk persiapan lomba-lomba tersebut. Sudah jauh-jauh bulan dalam rapat dulu saya mengajukan usul agar yang mengikuti lomba kewirausahaan bukan Sania, melainkan diberikan kepada murid yang lainnya saja. Supaya murid yang lain bisa merasakan kesempatan dan pengalaman seperti Sania untuk tampil ke luar.” Inayah kembali mengingatkan usulannya dulu yang tidak ditanggapi secara positif.
”Alah sudah … sudah…! Kamu malah ngajak berdebat ya. Sudah tidak bertanggung jawab malah mau menyalahkan saya ! Kan kamu yang ditunjuk jadi pembimbing Sania dalam lomba kewirausahaan itu! Seharusnya kamu pandai menyesuaikan waktu Sania agar semua dapat berjalan dengan lancar.” Kata bu Siska kesal dan langsung meninggalkan Inayah duduk di kursi kerjanya.

***

Beberapa hari Inayah tidak bisa tidur nyenyak, karena sikap bu Siska yang sering kasar kepadanya. Dan tak mau tahu usul guru muda seperti dia. Ditambah lagi gosip dirinya dengan pak Bram, bahwa ada hubungan khusus antara Inayah dengan duda muda itu.
Inayah termenung dalam sepinya malam. Di teras rumahnya yang asri , Inayah duduk membisu. Hanya suara jangkrik dan katak yang asyik bersenda-gurau di taman depan rumahnya. Tiba-tiba HP di meja teras dekat kursi duduknya berdering kencang mengejutkan keheningan hatinya. Inayah melirik nama yang muncul di layar HPnya. Namun hanya tersenyum kecil, dan tangannya tak beranjak sedikitpun dari dekapan dadanya.

***

Sementara bu Siska di rumah yang cukup lumayan mewah itu, bingung dengan sikap Aziz, putra bungsunya. Akhir-akhir ini Aziz sering melsmun sendiri. Bila ditanya Aziz tidak pernah terbuka sama ibunya. Ia baru mau makan ketika perutnya sudah melilit sekali tidak mau diajak kompromi. Aziz memang type laki-laki pendiam dibanding kakak-kakaknya. Jika sudah begitu , bu Siska sulit sekali mengerti apa masalah yang sedang dihadapi Aziz. Melihat putranya yang sedang memendam masalah, cukup membuat hati bu Siska susah.

***

Kali ini Inayah agak tenang perasaannya. Karena sebentar lagi pak Bram akan membagikan undangan pernikahannya dengan Neti, tetangga Inayah. Neti seorang penjahit yang sederhana. Ia teman Inayah sedari kecil dulu. Karena itulah pak Bram lebih dekat dengan Inayah dibanding guru pria lainnya.
Hari ini Inayah mendapat tugas menghadiri rapat MGMP guru SMK tingkat propinsi. Inayah menggantikan bu Ratmi yang empat bulan lagi akan pensiun. Inayah agak canggung melangkahkan kaki menuju aula SMKN IV. Bukan karena kurang percaya diri, melainkan karena ia harus satu atap dan satu ruangan dengan bu Siska dalam rapat pemilihan pengurus MGMP sekolah SMK tingkat propinsi. Dalam rapat itu Inayah terpilih sebagai koordinator bidang kewirausahaan. Karena beberapa wakil dari SMK lainnya telah dipilih menjadi koordinator bidang lainnya. Dengan berat hati mau tak mau Inayah harus menerima keputusan rapat. Padahal itu bukan bidang jurusannya.
Memang benar ia ditugasi mengajar mata pelajaran kewirausahaan di sekolah tempat ia bertugas, walaupun sebenarnya Inayah lulusan sarjana pendidikan dunia usaha dengan program studi administrasi perkantoran. Hal itu dikarenakan mata pelajaran administrasi sudah diampu oleh guru lain yang sudah bersertifikasi.
Terang saja bu Siska tersenyum sinis mengikuti keputusan rapat. Bu Siska menjabat sebagai bendahara di pengurus MGMP tingkat propinsi itu. Tampak beberapa guru yang duduk berdekatan dengan bu Siska bisik-bisik dan tersenyum sinis memandang Inayah. Inayah jadi tak nyaman perasaannya. Ia merasa dibodoh-bodohkan oleh bu Siska dan beberapa guru yang hadir di aula itu.
“Pasti bu Siska sangat tidak percaya dengan kemampuanku.” Bisik Inayah dalam hati.
Mau tak mau Inayah menikmati pemandangan senyum sinis para guru yang memandangnya. “Ya Allah ujian apa lagi yang Engkau berikan kepada hambaMu ini? Hamba merasa tak sanggup menjadi koordinator kewirausahaan tingkat propinsi ini. Karena bu Siska telah mempublikasikan kesalahan-kesalahan kecilku ke mana-mana. Ia tak sedikitpun mendukung keberadaanku. Ya Allah berilah hamba kekuatan.” Bisik batin Inayah menjerit.

***

Hari berikutnya bagai petir menyambar diri Inayah.
“Di sekolah sendiri tidak becus, eh bisa-bisanya jadi koordinator tingkat propinsi.” Kalimat itu terdengar jelas dari mulut bu Siska di ruang UKS, ketika Inayah melangkah menuju ruang guru. Karena ruang UKS tidak jauh dari ruang guru.
Inayah tidak dapat tidur nyenyak dan tidak punya nafsu makan. Ia meratapi nasibnya yang selalu tersiksa oleh sikap kasar dan sinis bu Siska terhadapnya.
Malam itu Inayah jalan-jalan ke toko buku Gramedia, demi mengusir rasa sedihnya. Sangat terbayang jelas dalam ingatannya, di sinilah ia pertama kali bertemu dengan kekasihnya.

***

Sementara di rumah, bu Siska masih bingung bagaimana cara menghibur hati Aziz, putranya. Bu Siska mencoba mengajak Aziz jalan-jalan ke Matahari Mall. Ia berharap putranya akan mencurahkan masalahnya kepadanya. Sebenarnya Aziz merasa malas. Tapi ia buang jauh rasa malas itu demi menghargai ibu yang disayanginya.
Malam itu bu Siska mencoba membuka pembicaraan sambil menikmati bakso. “Ziz, akhir-akhir ini ibu lihat kamu sering murung. Ada apa sebenarnya dengan dirimu? Mungkin ibu bisa sedikit membantumu?” Kata bu Siska.
“Ya Bu.Pacarku sulit sekali kutemui.Tiap aku ke rumahnya, dia tak ada di rumah. Dan ibu tahu sendiri kan? Aku sering tugas ke luar kota. Tiap kuhubungi HPnya, tak pernah ia angkat. Pernah aku ke tempat kerjanya yang dulu di SMK Muhammadiyah VII. Tapi temannya tak mau memberi informasi tempat kerjanya yang baru. Karena temannya sudah berjanji tidak akan memberitahukanku.” Kata Aziz murung.
“Siapa nama pacarmu?” Tanya bu Siska ingin tahu.
“Panggilannya Kesih. Sukesih lengkapnya, Bu. Hanya satu yang ia tulis untukku lewat SMS. Begini tulisannya, SEBELUM AKU MENJADI GURU YANG DIRINDU OLEH MURID DAN TEMAN SEJAWATKU, AKU BELUM SIAP MENEMUIMU,MAAFKAN AKU. Begitu SMS Kesih ke aku, Bu.” Demikian cerita Aziz kepada ibunya.
“Sabar ya nak. Semoga kalian nanti segera dipertemukan lagi.” Kata bu Siska berusaha menghibur putranya. Dalam hati bu Siska berkecamuk rasa nggak nyaman mendengar isi SMS pacar Aziz. Ia merasa tersinggung sedikit, walaupun makna yang terkandung di dalamnya baik sekali.
Malam itu bu Siska dan Aziz menuju ke counter buku. Aziz memang hobi baca buku. Setiap hari ia tak lupa mengkhatamkan satu buku. Hobi itu ia warisi dari almarhum ayahnya.
Mereka berkeliling melihat-lihat buku yang terpajang di etalase.
“Buuu! Buku ini sangat cocok untuk ibu!” Seru Aziz kepada ibunya sambil mengacungkan sebuah buku. Bu Siska agak kaget melihat Aziz kembali ceria seperti dulu. Ia sangat senang jika putranya tidak lagi murung.
Aziz melangkah mendekati ibunya. “Ini Bu, bukunya. Harus Ibu baca sampai khatam ya. Dua hari aku ke Bandung. Sepulang dari Bandung Ibu harus bisa ceritakan isi buku ini!” Seru Aziz kepada ibunya. Bu Siska membaca judul buku yang diberikan Aziz untuknya. “Guru Yang Dirindu”.

***

Sudah satu hari Aziz tugas di Bandung. Dia seorang insinyur bangunan yang handal.
Bu Siska menekuni buku “Guru Yang Dirindu” di ruang kerjanya yang hanya seluas empat meter persegi. Hari ini memang sangat berbeda. Tidak biasanya bu Siska mengurung diri di ruangannya. Apalagi untuk membaca buku. Dia lebih suka membaca surat kabar atau majalah di ruang guru. Atau ngobrol dengan para guru saat istirahat.
Saat bel berbunyi tanda masuk kelas , usai istirahat , bu Siska melangkah menuju ruang kelas II A jurusan Akutansi.
“Selamat siang anak-anak?” Bu Siska memberi salam kepada murid-murid dan berusaha tersenyum semanis mungkin. Terang saja murid-murid ternganga dan cepat-cepat membalas salam bu Siska. Sekian detik mereka terdiam karena heran. Tidak biasanya bu Siska bersikap semanis ini. Biasanya bu Siska langsung memberi tugas kepada salah satu murid untuk menulis soal di papan tulis. Dan murid-murid mengerjakan soal itu di buku tulis masing-masing. Setiap bu Siska mengajar, kelas selalu terkesan kaku dan tegang. Tidak seperti cara mengajar Inayah yang penuh kehangatan dan persahabatan. Metode mengajarnyapun bervariasi. Murid-murid tidak merasa bosan jika diajar Inayah.
Hari ini berbeda sekali. Mungkin karena dampak dari membaca buku “Guru Yang Dirindu” itulah bu Siska jadi berubah 360 derajat.

***

“Selamat siang Bu Inayah?” Sapa wanita gemuk kepada Inayah yang sibuk mencari kunci motornya di dalam tas.
“Ek… oh selamat siang Bu.” Balas Inayah tergagap merasa kaget seperti bangun dari tidur yang kesiangan, setelah Inayah mengarahkan pandangan di mana sumber suara itu berada. Ternyata bu Siska.
Bu Siska mendekati Inayah. Dan mengajaknya makan siang bersama ke salah satu kafe di Malioboro. Inayah tidak kuasa menolaknya. Karena hatinya penuh tanda tanya yang luar biasa.
“Bu Inayah, saya minta maaf ya selama ini sering bersikap kasar kepada Anda. Perbuatan saya yang telah mempublikasikan kesalahan-kesalahan kecil Anda selama ini sangatlah tidak etis. Setelah sertifikasi seharusnya saya bersikap lebih baik dan lebih baik. Saya bertanggung jawab membimbing Anda sebagai guru muda. Andalah yang akan menggantikan kami selaku guru senior. Menjadi penerus perjuangan kami. Maafkan atas kesalahan-kesalahan saya ya, Bu? Saya guru senior yang tidak bijaksana. Saya malu menyandang sertifikasi, karena aspek sosial saya tidak baik.” Kata kata bu Siska itu muncul dari hati yang paling dalam.
“Sudahlah Bu Siska. Yang berlalu biarlah berlalu. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Itu semua karena kesalahan saya juga.” Kata Inayah tak kuat menahan air mata. Air mata kebahagiaan. Keduanya menjadi lega.

***

Menjelang tidur bu Siska terkejut mendengar suara dering telepon. Ia segera mengangkat gagang telepon.
“Ya hallo.” Sambut bu Siska.
“Ini Aziz, Bu. Besok sore Aziz sudah sampai di Yogya. Dan malamnya Ibu akan saya kenalkan dengan Kesih. Kesih meneleponku barusan ,Bu.” Suara riang Aziz penuh kegembiraan. Bu Siska tersenyum senang hingga terpejam mata.

***

Malam ini bu Siska menyediakan makan malam dengan menu istimewa kesukaan Aziz. Demi menyambut gadis pilihan putra bungsu tersayang.
“Assalammu’alaikum?” Aziz dan Kesih memberi salam kepada ibunya yang serius membaca halaman terakhir buku “Guru Yang Dirindu” di ruang tamu.
“Wa’alaikum salam.” Balas bu Siska terperangah memandang gadis di hadapannya. Ternyata gadis itu adalah Inayah. Inayah pun tak kalah kaget memandang bu Siska.
“Bu Siska!” Mulut mungil Inayah berseru. Keduanya saling memandang.
“Ternyata kalian sudah saling kenal ya?” Tanya Aziz kaget juga.
“Ya, Inayah guru termuda di sekolah Ibu.” Jawab bu Siska dengan senyum ramah.
“Nama saya Inayah Sukesih, Bu. Biasa dipanggil Kesih di rumah. Dan mas Aziz pun baru tahu saat ini nama lengkap saya itu, Bu.” Inayah menjelaskan.

Kini kebahagiaan lengkaplah sudah mewarnai harai-hari mereka.

Karya: Halimah, S.pd
Tenaga Pengajar SD N Suryodiningratan II Yogyakarta

Lanjut Baca

Jumat, Januari 01, 2010

Kumpulan Cerpen [coming soon]


Setelah sekian lama menghilang dari dunia persilatan, akhirnya kami kembali walau tak pasti. Mohon maaf semua..
Kami menambah kategori baru, kumpulan cerita pendek (cerpen) yang di dalamnya banyak mengandung cerita-cerita cinta, lucu, menggemaskan, menyebalkan, membosankan, konyol, tapi juga menyenangkan, penuh canda, haru, marah, kisah belum sukses sepasang anak manusia.

-> SEGERA HADIR <-

Lanjut Baca

Sabtu, September 19, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H


Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H

Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Lanjut Baca

Kamis, Agustus 20, 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Lanjut Baca
 

About Me

Foto Saya
Aris Irfan
In life we must continue try, never give up, and most important is pray

Follower