Sabtu, September 19, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H


Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H

Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Takbir berkumandang, seteguk air membasahi dinding tenggorokan. Tak terasa kita ditinggalkan bulan penuh rahmat, bulan suci ramadhan. Akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan lagi?? Semoga kita masih diberi umur. Insya Allah.
Taqobbalallahu minna waminkum... semoga Allah menerima amal ibadah kita..
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H
Lanjut Baca

Kamis, Agustus 20, 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Marhaban Ya Ramadhan; Selamat Datang bulan suci Ramadhan; Bulan penuh berkah dan ampunan; Mari kita jalani puasa tahun ini dengan hati ikhlas; insya Allah membawa barokah bagi kita semua dan juga bagi negeri kita tercinta; Amin;

Lanjut Baca

Rabu, Agustus 05, 2009

SEJARAH PEMELIHARAAN KEMURNIAN AL QURAN


a. Memelihara Al Quran di masa Nabi Muhammad SAW
Pada permulaan islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf; amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Mereka belum mengenal kertas, sebagaimana kertas yang dikenal sekarang.
Perkataan “Al waraq” (daun) yang lazim dipakaikan dengan arti “kertas” di masa itu, hanyalah dipakaikan pada daun kayu saja.
Adapun kata “al qirthas” yang daripadanya terambil kata-kata Indonesia “kertas” dipakaikan oleh mereka hanyalah pada benda-benda (bahan-bahan) yang mereka pergunakan untuk ditulis, yaitu: kulit binatang, batu yang tipis dan licin, pelapah tamar (korma), tulang binatang, dan lain sebagainya.

Setelah mereka menaklukkan negeri Persia, yaitu sesudah wafatnya Nabi Muhammad saw, barulah mereka mengetahui kertas. Orang Persia menamai kertas itu “kaqhid”, maka dipakailah kata-kata kaqhid ini untuk kertas oleh bangsa Arab semenjak itu.
Adapun sebelum masa Nabi ataupun masa Nabi, kata-kata “al kaqhid” itu tidak ada dalam pemakaian bahasa Arab, maupun dalam hadits-hadits Nabi. Kemudian kata-kata “al qirthas” itupun dipakai pula oleh bangsa Arab kepada apa yang dinamakan “kaqhid” dalam bahasa Persia itu.

Kitab atau buku tentang apapun, juga belum ada pada mereka. Kata-kata “kitab” di masa itu hanyalah berarti: sepotong kulit, batu, atau tulang dan sebagainya yang telah bertulis, atau berarti surat, seperti kata “kitab” dalam surat An Naml (27) ayat 28.

28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"
Begitu juga “kutub”(jama’ kitab) yang dikirimkan oleh Nabi kepada raja-raja dimasanya, untuk menyeru mereka kepada Islam.

Karena mereka belum mengenal kitab atau buku sebagaimana yang dikenal sekarang, sebab itu waktu Al Qur’anul Karim itu dibukukan di masa Khalifah Ustman bin ‘Affan, mereka tidak tahu Al Quran yang telah dibukukan itu akan dinamai apa, dan bermacam-macam pendapat sahabat tentang nama yang harus diberikan. Akhirnya mereka sepakat menamainya dengan “Al Mushhaf”. (Ism maf’ul dari ash hafa, dan ash hafa artinya: mengumpulkan shuhuf, jamak shahifah, lembaran-lembaran yang telah bertulis.)

Kendatipun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf, tetapi mereka mempunyai ingatan yang amat kuat. Mereka berpegang pada hafalan untuk memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari pejangga-pujangga dan penyair-penyair mereka, ansab (silsilah keturunan) mereka, peperangan-peperangan yang terjadi di antara mereka, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dan kehidupan mereka tiap hari dan sebagainya.
Demikian keadaan bangsa Arab di waktu kedatangan agama Islam itu. Maka dijalankanlah oleh Nabi suatu cara yang ‘amali (praktis) yang selaras dengan keadaan pada waktu itu dalam menyiarkan Al Quranul Karim dan memeliharanya.

Setiap diturunkan ayat-ayat Al Quran Nabi menyuruh menghafalnya, dan menuliskannya, di batu, kulit binatang,pelepah tamar, dan apa saja yang dapat ditulisi. Dan Nabi menerangkan bagaimana ayat-ayat itu mesti disusun dalam sesuatu surat, artinya oleh Nabi diterangkan tertib urut ayat-ayat itu. Nabi mengadakan peraturan, yaitu Al Quran sajalah yang boleh dituliskan, selain dari Al Quran itu, yakni hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi, dilarang menuliskannya. Larangan ini ialah dengan maksud supaya Al Quranul Karim itu terpelihara, jangan campur aduk dengan yang lain-lain, yang juga didengar dari Nabi.
Nabi menganjurkan supaya Al Quran itu dihafal, dibaca selalu, dan diwajibkannya membacanya dalam sembahyang. Dengan jalan demikian banyaklah orang yang hafal Al Quran, dan tak satu ayatpun yang tak dituliskan.

Lanjut Baca

Selasa, Juni 16, 2009

Pemrosesan Teks menggunakan VB 6.0

Dah lama ni nggak nulis tentang VB di blog...jadi kangen...nah, sekarang kita lanjut ke praktikum tentang pemrosesan teks. Sebelumnya kami jelaskan sedikit tentang pemrosesan teks.

Pemrosesan teks mencakup:
  • Information retrieval: pencarian dokumen
  • Klasifikasi dokumen: membagi dokumen ke dalam kelas-kelas yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya secara otomatis dapat menentukan apakah dokumen ini masuk ke dalam kategori politik, ekonomi, militer dan lain sebagainya.
  • Document Clustering: mirip dengan klasifikasi dokumen, hanya saja kelas dokumen tidak ditentukan sebelumnya. Misalnya berita tentang lalulintas dapat menjadi satu kelas dengan berita tentang kriminal karena didalamnya banyak memuat tentang orang yang tewas, cedera, rumah sakit dsb.
  • Peringkasan teks. Menghasilkan ringkasan suatu dokumen secara otomatis.
  • Ekstraksi informasi. Mengekstrak informasi yang dianggap penting dari suatu dokumen. Misalnya pada dokumen lowongan, walaupun memiliki format beragam dapat diekstrak secara otomatis job title, tingkat pendidikan, penguasaan bahasa dsb.

Pada praktikum ini akan diperlihatkan distribusi statistik pemakaian kata-kata dalam Bahasa Indonesia. Hal yang ingin didapatkan yaitu :
  1. Jumlah huruf
  2. Jumlah Kata
  3. Jumlah kalimat
  4. Jumlah huruf per kata
  5. Jumlah kata per kalimat
  6. Jumlah kalimat per paragraph
Dalam implementasinya pada program Visual Basic kita akan menggunakan fungsi UBound.
Tahapan dalam membuat program parsing menggunakan Visual Basic adalah sebagai berikut:

1.Atur form sebagai berikut:




2.Ketik kode berikut

Public Function HitungHuruf(ByVal Text As String) As Long

Dim i, xx, Jumlah As Integer
For i = 1 To Len(Text)
xx = Asc(Mid(Text, i, 1)) ' ubah text menjadi kode ASCII
If (xx >= 65 And xx <= 90) Or (xx >= 97 And xx <= 122) Then 'kode tombol ASCII untuk huruf a-z mulai dari 65-90 Jumlah = Jumlah + 1 End If Next HitungHuruf = Jumlah End Function



Public Function HitungJmlKata(ByVal Text As String) As Long
'Definisikan sebuah tanda hubung pada setiap akhir baris yang
'merupakan bagian dari seluruh kata, jadi kombinasikan bersama.
Text = Trim(Replace(Text, "-" & vbNewLine, ""))
'Ganti baris baru dengan sebuah space tunggal
Text = Trim(Replace(Text, vbNewLine, " "))
'Ganti spasi yang lebih dari satu (jika ada) menjadi spasi tunggal
Text = Replace(Text, ".", " ")
Do While Text Like "* *"
Text = Replace(Text, " ", " ")
Loop
'Pisahkan string dan kembalikan kata yang dihitung
HitungJmlKata = 0 + UBound(Split(Text, " "))
End Function


Public Function HitungKalimat(ByVal Text As String) As Long
'Definisikan sebuah tanda hubung pada setiap akhir baris yang
'merupakan bagian dari seluruh kata, jadi kombinasikan bersama.
Text = Trim(Replace(Text, "-" & vbNewLine, ""))
'Ganti baris baru dengan sebuah space tunggal
Text = Trim(Replace(Text, vbNewLine, " "))
'Ganti spasi yang lebih dari satu (jika ada) menjadi spasi tunggal
Do While Text Like "* *"
Text = Replace(Text, " ", " ")
Loop
'Pisahkan string dan kembalikan kalimat yang dihitung
HitungKalimat = 1 + UBound(Split(Text, ".")) + _
UBound(Split(Text, "?")) + UBound(Split(Text, "!"))

End Function

Public Function HitungHurufPerKata()
Text4.Text = _
HitungHuruf(RichTextBox1.Text)/HitungJmlKata(RichTextBox1.Text)
End Function

Public Function HitungKataPerKalimat()
Text5.Text = _
HitungJmlKata(RichTextBox1.Text)/HitungKalimat(RichTextBox1.Text)
End Function

Private Sub Command1_Click()

Text1.Text = HitungHuruf(RichTextBox1.Text)
Text2.Text = HitungJmlKata(RichTextBox1.Text)
Text3.Text = HitungKalimat(RichTextBox1.Text)
HitungHurufPerKata
HitungKataPerKalimat

End Sub

Private Sub Command2_Click()
Dim Contrl As Control
For Each Contrl In Form1.Controls
If (TypeOf Contrl Is RichTextBox) Then Contrl.Text = ""
Next Contrl

RichTextBox1.SetFocus
Text = ""
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""

End Sub

3.jalankan program tersebut dan inputkan beberapa kalimat
4.amati outputnya, kemudian masukkan sebuah kalimat seperti contoh tampilan berikut.




Tugas temen-temen nich....
  1. pada program di atas, coba tambahkan fungsi untuk menghitung jumlah paragraph dari sebuah artikel, fungsi untuk menghitung jumlah kalimat per paragraph
  2. tambahkan fungsi untuk menampilkan distribusi frekwensi kemunculan huruf atau huruf yang paling banyak digunakan.

------Selamat Mencoba!------
Lanjut Baca

Selasa, Juni 09, 2009

USB Flash Disk Murah di sini! [Alnect Computer]


Kingston Technology's DataTraveler High Speed 2.0 USB Flash drives akan membawa kemudahan pada setiap orang. Kebutuhan akan media penyimpan saat ini sangat tinggi, para konsumen tidak hanya mencari besar kapasitas namun juga pasti mencari kecepatan transfer datanya. DataTraveler Generation 2 (G2) USB Flash Drive sangat Ideal digunakan untuk di rumah, kantor, bisnis kecil, dan lingkungan sekolah. Berguna untuk menyimpan data-data mobile anda.
Selain itu, para konsumen pasti mempertimbangkan soal harga. Di Alnect Computer memberikan harga promo khusus bagi anda. Hanya dengan bayar 99 ribu rupiah anda dapat membawa pulang media penyimpan hebat ini dengan kapasitas 4GB.

Untuk produk ini tersedia dalam beberapa warna dan beberapa kapasitas, 4GB, 8GB, 16GB, 32GB. So, tinggal pilih yang mana yang anda suka, hanya di toko online Alnect Computer. Pesan sekarang juga! Klik Link ini untuk mengetahui tata cara berbelanja di toko online Alnect Computer.
USB Flashdisk yang dibesut oleh perusahaan yang berdiri pada tahun 1987 dan berkantor di Fountain Valley California ini memiliki kecepatan rewrite atau penulisan data sebesar 6.0MB/second dan kecepatan read atau pembacaan data sebesar 16.7MB/second.

Fitur/Spesifikasi:

* Kapasitas — 4GB, 8GB , 16GB, 32GB
* Ukuran fisik — 2.30" x 0.93" x 0.35" (58.3mm x 23.6mm x 9.0mm)
* Suhu operasi — 32° to 140° F / 0° to 60° C
* Suhu penyimpanan data — -4° to 185° F / -20° - 85° C
* Compatible Windows 2000,XP,Vista dan Mac
* Bentuknya kecil mudah disimpan dalam saku
* Mudah, tinggal plug and play
* Praktis dengan konektor geser
* Modern, tersedia dalam berbagai warna
4GB – yellow 8GB – cyan 16GB – red 32GB – dark green
Alnect computer Blog Contest

Lanjut Baca

Kamis, Mei 14, 2009

Simfoni Kota Yogyakarta


Nuansa-nuansa biru
Untaian nada kalbu
Riang dalam nestapa terpadu
Indahnya bumi tumpah darah
Kemilau kotaku Yogyakarta
Hamba mengabdi, berbakti tuk negara
Salam ayah, ibu dan saudara
Andai hingga masa-masa hayatku
nantikan daku kan kembali
Lanjut Baca

Persembahan


Kupersembahkan padamu kasih
Kuntum mawar bunga merona
Sambutlah duhai kasihku
Rentangkanlah tanganmu

Bukalah tirai di hatimu
Ku kan serahkan
Bingkisan dari kalbuku
Sebutir Cinta untukmu
Hanyalah untukmu
kekasihku...
Lanjut Baca

Membuat Program Parsing Kalimat dalam Kata

Parse Tree atau Parsing adalah sebuah alat untuk mengidentifikasi keanggotaan sebuah bahasa. Jika diberikan sebuah string, maka melalui parsing dapat diketahui apakah string tersebut merupakan anggota dari bahasa yang bersangkutan atau bukan.
Dalam implementasinya dengan Visual Basic kita cukup menggunakan fungsi split dan array.
Tahapan dalam membuat program parsing menggunakan Visual Basic adalah sebagai berikut:


1. jalankan program Visual Basic
2. jendela New Project akan muncul, pilih VB Enterprice Edition Control
3. tekan tombol Open

Tampilan akan muncul seperti gambar di bawah ini:


4. pada jendela Project, klik Form, double klik Form1
5. atur form dan properti sebagai berikut

















































Properti:
ObjekPropertiPengaturan
Label1AlignmentCenter

CaptionProgram Parsing Kalimat dalam Kata

FontMs Sans Serif


Font Style: Bold


Size: 12
TextBox1MultilineTrue
TextBox2MultilineTrue
Command1Caption&Parsing


6. double klik Command1, kemudian ketik kode berikut.



7. kemudian kita bisa mengkompilasi program tersebut dengan menu Run | Start atau menggunakan tombol F5. bila tidak ada kesalahan maka akan terlihat tampilan sebagai berikut.



8. masukkan sebuah kalimat ke TextBox1, kemudian tekan tombol Parsing.
9. amati hasilnya.

Contoh input kalimat.


Selamat mencoba...
Lanjut Baca

Sekilas Tentang Flu Babi

Apa itu Flu Babi?
Flu Babi adalah suatu penyakit menular yang disebabkan virus influenza yang ditularkan binatang dan dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini adalah swine influenza (H1N1).

Gejala Klinis
Gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu demam, sakit tenggorokan, batuk, hidung meler, nyeri otot, pusing, badan lemas. Selain itu juga muncul gejala muntah disertai diare. Dalam waktu singkat penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia), dan apabila tidak dilakukan perawatan dengan intensif dapat mnyebabkan kematian.

Masa inkubasi
Masa inkubasi virus influenza ini bervariasi antara 1-3 hari.

Sumber dan cara penularan
Penularan flu babi (H1N1) pada binatang ini terjadi secara cepat dengan resiko kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi di antara populasi babi satu peternakan, bahkan dapat menyebar ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan pada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik berasal dari tinja atau unggas yang terserang flu babi. Adapun orang yang mempunyai resiko besar terserang flu babi (H1N1) adalah pekerja peternakan, penjual daging babi, dan pengonsumsi daging babi.

Upaya pencegahan
Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja atau kontak langsung dengan babi atau unggas yang terinfeksi flu babi. Beberapa tindakan pencegahan sebagai berikut:
  1. Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran pencernaan babi harus menggunakan pelindung (masker, kaos tangan, kaca mata renang, dll).
  2. Bahan yang berasal dari saluran cerna babi seperti kotoran harus diletakkan dengan baik (ditanam/dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
  3. Alat-alat yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan.
  4. Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan.
  5. Menyemprotkan cairan desinfektan pada kandang dan area peternakan.
  6. Melakukan kebersihan lingkungan.
  7. Melakukan dan menjaga kebersihan diri.


Enam Gejala Flu Serius

1. Sulit bernafas dan dada terasa sakit
Selain hidung tersumbat dan nyeri otot, demam atau flu tidak seharusnya membuat anda kesulitan bernafas dan sakit pada dada. Jika ini yang anda rasakan, ini mungkin bukan hanya sekedar gejala flu biasa. Bisa mungkin penyakit lain seperti penyakit jantung, asma, pneumonia atau yang lainnya. Karena itu, segeralah hubungi dokter.

2. Demam yang tak kunjung reda
Jika anda mengalami demam yang terus menerus, bisa saja ini gejala infeksi tambahan dalam tubuh yang seharusnya segera mendapatkan perawatan.

3. Muntah dan tidak dapat menahan dehidrasi
Dalam keadaan flu berat, tubuh membutuhkan cairan untuk terhindar dehidrasi. Jika anda sulit menjaganya, sebaiknya langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan cairan infuse.

4. Menelan terasa sakit
Ini gejala flu yang sebenarnya tidak biasa. Walaupun sedikit, ketidaknyamanan ini terjadi ketika anda menelan ludah atau makanan dapat berasal dari sakit tenggorokan, namun rasa sakit yang lebih mungkin disebabkan gejala infeksi atau sakit lain yang perlu mendapatkan perawatan dokter.

5. Batuk yang sulit hilang
Batuk yang tak sembuh-sembuh mungkin diakibatkan oleh kering paska sakit tenggorokan yang cukup diobati dengan antihistamin. Tetapi apabila batuk anda bertahan selama lebih dari dua sampai tiga minggu, periksakan ke dokter, karena mungkin terjadi infeksi atau penyakit lain.

6. Tersumbat yang terus menerus dan sakit kepala
Demam dan alergi dapata menyebabkan penyumbatan pada sinus dan memicu infeksi pada sinus. Anda mengalami hal ini, jangan lakukan pengobatan biasa, pergilah ke dokter untuk penyembuhan dengan antibiotik.

Sebagai kesimpulan, kuncinya adalah dengan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Makan makanan yang sehat dan bergizi, menjaga kebersihan, dan berolah raga.


Sumber: Radar Jogja
Lanjut Baca

Jumat, Mei 01, 2009

APAKAH AL-QUR'AN ITU?


a. Arti Qur’an dan apa yang dimaksud dengan Al-Qur’an.

“Qur’an” menurut bahasa berarti “bacaan”. Di dalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” dalam arti demikian sebagai tersebut dalam surat Al Qiyaamah (75) ayat 17 dan 18.

Artinya:
17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
18. apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

Kemudian dipakai kata “Qur’an” itu untuk Al-Qur’an yang dikenal sekarang ini. Adapun definisi Al-Qur’an ialah: “Kalam Allah Swt yang merupakan mu’jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw dan membacanya adalah ibadat.”
Dengan difinisi lain, Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi selain Nabi Muhammad saw, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as, atau Injil yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa as. Demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang tidak dianggap membacanya sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak pula dinamakan Al-Qur’an.

b. Cara-cara Al-Qur’an diwahyukan.
Nabi Muhammad saw dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan.

  1. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi saw tidak ada melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: “Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku”, (lihat surat Asy Syuuraa (42) ayat 51).
  2. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.
  3. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa.”
  4. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. 2, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al-Qur’an surat An Najm (53) ayat 13 dan 14.


Artinya:
13. dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha[1430].

[1430] Sidratul Muntaha adalah tempat yang paling tinggi, di atas langit ke-7, yang telah dikunjungi Nabi ketika mi'raj.

c. Hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur.
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hikmah Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur itu ialah:
  1. Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Orang akan enggan melaksanakan suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dari riwayat ‘Aisyah ra.
  2. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan kemaslahatan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al-Qur’an diturunkan sekaligus. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh).
  3. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
  4. Memudahkan penghafalan. Orang-orang musyrik yang telah menanyakan mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an surat Al Furqaan (25) ayat 32, yaitu: “……….mengapakah Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus……?” Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: “………demikianlah, dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu……..”.
  5. Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas ra. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al-Qur’an diturunkan sekaligus.

d. Ayat-ayat Makkiyyah dan ayat-ayat Madaniyyah.
Ditinjau dari segi masa turunnya, maka Al-Qur’an itu dibagi atas dua golongan:
  1. Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makkiyyah.
  2. Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.
Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al-Qur’an terdiri atas 86 surat, sedang ayat-ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al-Qur’an terdiri atas 28 surat.

Perbedaan ayat-ayat Makkiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah:
  1. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek, sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang-panjang; surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al-Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1.456, sedang surat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al-Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4.780 ayat. Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali surat Mumtahinah (60), ayat-ayatnya berjumlah 137; sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali surat Ad-Dahr (76), ayat-ayatnya berjumlah 431. Surat An Anfal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75, sedang yang kedua Makkiyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227.
  2. Dalam surat-surat Madaniyyah terdapat perkataan “ya ayyuhalladzina aamanu” dan sedikit sekali terdapat perkataan “yaa ayyuhannaas”, sedang dalam surat-surat Makkiyyah adalah sebaliknya.
  3. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti; sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum, baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi, seperti hukum kemasyarakatan, hukum ketatanegaraan, hukum perang, hukum internasional, hukum antar agama dan lain-lain.

e. Nama-nama Al-Qur’an.
Allah memberi nama Kitab-Nya, dengan Al-Qur’an, yang berarti “bacaan”. Arti ini dapat kita lihat dalam surat Al Qiyaamah (75); ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas.
Nama ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat Al Israa’ (17) ayat 88; surat Al Baqarah (2) ayat 85; surat Al Hijr (15) ayat 87; surat Thaaha (20) ayat 2; surat An Naml (27) ayat 6; surat Ahqaaf (46) ayat 29; surat Al Waaqi’ah (56) ayat 77; surat Al Hasyr (59) ayat 21 dan surat Addahr (76) ayat 23.
Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al-Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.
Selain Al-Qur’an, Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya, seperti:
  1. Al Kitaab atau Kitaabullah: merupakan sinonim dari perkataan Al-Qur’an, sebagaimana tersebut dalam surat Al Baqarah (2) ayat 2 yang artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…….” Lihat pula surat Al An’aam (6) ayat 114.
  2. Al Furqaan: “Al Furqaan” artinya “pembeda”, ialah “yang membedakan yang benar dan yang batil”, sebagaimana tersebut dalam surat Al Furqaan (25) ayat 1 yang artinya: “Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan, kepada hambaNya, agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam”.
  3. Adz-dzikr: artinya “peringatan”, sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Hijr (15) ayat 9 yang artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan “Adz-dzikr” dan sesungguhnya Kamilah penjaganya”. Lihat pula surat An Nahl (16) ayat 44.
Dari nama yang empat tersebut di atas, yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah “Al Qur’an”.
Selain dari nama-nama yang empat itu ada lagi beberapa nama bagi Al-Qur’an.

f. Surat-surat dalam Al-Qur’an.
Jumlah surat yang terdapat dalam Al-Qur’an ada 114; nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat, susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (taufiq).
Sebagian dari surat-surat Al-Qur’an mempunyai satu nama, dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama.
Surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian, yaitu:
  1. ASSAB’UTHTHIWAAL, dimaksudkan, tujuh surat panjang. Yaitu: Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa’, Al A’raaf, Al An’aam, Al Maa-idah, dan Yunus.
  2. AL MIUUN, dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih, seperti: Hud, Yusuf, Mu’min, dsb.
  3. AL MATSAANI, dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat, seperti: Al Anfaal, Al Hijr, dsb.
  4. AL MUFASHSHAL, dimaksudkan surat-surat pendek, seperti: Adh-dhuha, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, dsb.

g. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat.
Di dalam Al-Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat: Al Baqarah, Ali Imran, Al A’raaf, Yunus, Hud, Yusuf, Ar Ra’ad, Ibrahim, Al Hijr, Maryam, Thaaha, Asy Syu’araa, An Naml, Al Qashash, Al ‘Ankabuut, Ar Ruum, Lukman, As Sajdah, Yasin, Shaad, Al Mu’min, Fushshilat, Asy Syuuraa, Az Zukhruf, Ad Dukhaan, Al Jaatsiyah, Al Ahqaaf, Qaaf, dan Al Qalam (Nuun).
Huruf-huruf Hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas, dinamakan “Fawaatihushshuwar” artinya pembukaan surat-surat.
Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu, lihat terjemah.


Lanjut Baca
 

About Me

Foto Saya
Irda
In life we must continue try, never give up, and most important is pray

Follower